” PERKENALAN LEMBAGA PERS MAHASISWA TEROPONG SEKOLAH TINGGI PEBANGUNAN MASYARAKAT DESA “APMD” YOGYKARTA CERDAS MENGUNGKAP REALITAS “

Pengertian pers; pers berasal dari kata belanda pers yang artinya menekan atau menegepres. Kata pres merupakan padanan dari kata press dalam bahasa Inggris yang juga berarti menekan atu mengepres. Jadi, secara harapiah kata pers atau press mengacu pada pengertian komunikasi yang dilakukan dengan perantara barang cetak. Tetapi, sekarang kata pres atau press digunakan untuk merujuk pada  kegiatan jurnalistik, terutama kegiatan yang berhubungan dengan meghimpun berita, baik oleh wartawan media elektronik maupun oleh wartawan media cetak

Pers dalam arti sempit  yaitu menyangkut kegiatan komunikasi yang hanya dilakukan dengan perantaraan barang cetakan. Sedangkan pers dalam arti luas menyangkut kegiatan komunikasi baik yag dilakukan dengan media cetak maupun dengan media elektronik seperti radio, televis maupun internet.

TEROPONG sebagai Pers Mahasiswa

Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG yang ada sekarang ini, lahir dari penantian dan usaha yang panjang. Sebelumnya  ide untuk menggagas LPM di tingkatan kampus STPMD “APMD”pernah digulirkan berkali-kali. Namun ide itu berkali-kali juga mengalami benturan baik psikologis, sosiologis maupun ideologis ditingkatan mahasiswa sendiri. Akibatnya ide tersebut dingin dan tidak pernah di gagas lagi dalam bentuk yang riil.

Dengan perjuangan yang cukup besar akhirnya pada 8 Mei 2003, dilaksanakanlah lokakarya pembentukan Lembaga Pers Mahasiswa di STPMD, yang melahirkan Lembaga Pers Mahasiswa bernama TEROPONG.

Hadirnya LPM TEROPONG di STPMD “APMD” Yogyakarta mendapat apresiasi yang cukup tinggi. Sebab kemunculan lembaga ini bukan sekedar ikut meramaikan percaturan organisasi intra di STPMD. LPM TEROPONG perlu di terima sebagai kebutuhan bahkan keharusan ditengah proses sosial yang terjadi di STPMD. LPM TEROPONG paling tidak telah memenuhi satu dari prasyarat utama demokrasi, yaitu pers.

Sebab mahasiswa membutuhkan wadah yang representatif untuk mengaktualisasikan potensi diri, khususnya di bidang jurnalistik. Lebih dari itu LPM tingkat kampus adalah institusi sosial yang independen guna mengawal proses pembaharuan  di STPMD sendiri. Sebagai media peran LPM tidak hanya menyajikan informasi. Namun dia harus bisa menjamin ruang yang sama dan adil bagi stakeholder STPMD dan masyarakat umum untuk menyuarakan aspirasi mereka. LPM TEROPONG harus menjadi area “public share” yang steril bagi siapa pun di kampus untuk berkeluh kesah, beropini, berpendapat, dan berdiskusi tentang keresahan maupun harapan-harapan mereka.

Profil LPM TEROPONG

Nama                    : Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG STPMD “APMD”

Kedudukan        : Kampus STPMD “APMD” Yogyakarta

:  Jl. Timoho 317 Yogyakarta

Tanggal Berdiri  : 8 Mei 2003

Slogan                :  Cerdas Mengungkap Realitas

Landasan           : SK Ketua STPMD “APMD” Nomor 052/I/KPTS-K/2003

Visi                    :  “Menggagas ide, memadu potensi  dan mengembangkan kreativitas

menuju terbentuknya masyarakat kampus yang analistis, humanis

Dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam ikatan

Kekeluargaan”

Misi                    :    1.Mewujudkan Lembaga Pers Mahasiswa yang informative,

edukatif, komunikatif, dan transformative.

  1. Sebagai media penyalur aspirasi mahasiswa dan masyarakat.
  2. Mewujudkan Lembaga Pers Mahasiswa yang objektif serta berbasis

kerakyatan.

 

Pedoman Umum

Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG adalah organisasi pers kampus yang berorientasi dan berfungsi sebagai tempat belajar, bagi mahasiswa yang berminat dan punya komitmen tinggi untuk mengembangkan potensi di bidang pers. Lebih dari itu, lembaga ini berdiri sebagai fungsi kontrol bagi seluruh elemen kampus, masyarakat bahkan Negara ini sekalipun.

TEROPONG bukan hanya membuat setiap orang, paham tentang bagaimana sebenarnya berorganisasi yang baik, punya komitmen dan militansi yang tinggi, terbuka dsb. Tapi juga dituntut agar mengerti tentang proses jurnalistik yang baik dan benar. Lebih dari itu, membentuk pemikiran yang kritis paradigmatic, komprehensif serta produktif. Dengan begitu, setiap anggota TEROPONG akan dihargai secara intelektualitas, dimanapun, kapanpun, bahkan oleh siapapun.

 

Sebagai fungsi kontrol, TEROPONG berusaha menjadi lembaga kontrol-pengendali terhadap realitas atau kondisi obyektif tempat dimana kita berdiri. Di kampus misalnya, TEROPONG wajib menjadi pengontrol terhadap kondisi realitas di kampus ini. Termasuk lembaga, dan organisasi kemahasiswaan lainnya. Lalu dimana posisi berdiri TEROPONG sebagai lembaga pengontrol dikampus ini? Pertama, TEROPONG tidak terjebak pada kepentingan yang sifatnya politis dan dibangun atas persekongkolan. Kedua, obyektif, artinya lembaga ini mampu meletakkan pandangannya pada wilayah yang se-obyektif mungkin. Hanya saja, LPM TEROPONG lebih getol menyuarakan aspirasi dan keluhan masyarakat dan civitas di kampus.

Sehingga titik tekan LPM TEROPONG harus menjadi public spase yang steril bagi public kampus STPMD “APMD” Yogyakarta maupun masyarakat umum untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dan perlu diingat, kita sangat mengharamkan kekerasan dalam bergerak dan bertindak sebagai insane pers.

 

Sedang pada konteks Negara, LPM TEROPONG berfungsi sebagai lembaga kontrol bagi segenap elemen bangsa ini, baik itu pemerintah, aparatur Negara, dan institusi lainnya. Orientasi kontrolnya pun macam-macam, mulai dari keputusan, kebijikan, kinerja dsb. Tentu lebih berangkat dari suara dan aspirasi masyarakat kecil. Dengan  begitu TEROPONG berperan sebagai lembaga reflektif, solutif, dan mengkonstruksi kehidupan social-masyarakat ke arah yang lebih ideal. Oleh karena itu “cerdas mengungkap realitas” menjelma menjadi slogan LPM TEROPONG.

PEDOMAN KERJA

Manajemen umum dalam hal ini Pemimpin Umum(PU), Sekretaris Umum(Sekum), Bendahara Umum(Bendum) memiliki wewenang dan tanggungjawab penuh dalam memanajemen perjalanan kepengurusan LPM TEROPONG secara keseluruhan baik itu structural maupun fungsional.

Pemimpin Umum (PU)

Berfungsi sebagai pengambil kebijakan ditingkat organisasi LPM TEROPONG. Jadi PU wajib bertanggungjawab terhadap organisasi LPM TEROPONG secara keseluruhan, selain itu, Pemimpin Umum juga menjaga dan mengawal gerak-langkah LPM TEROPONG tetap dalam koridor AD/ART.

Sekretaris Umum(Sekum)

Secara structural Sekum memiliki fungsi administrator organisasi. Membidangi bidang tata administrasi organisasi. Seperti mengatur dan menginvestarisir surat keluar maupun surat masuk. Kemudian wajib memantau kondisi dan tingkat kebutuhan kesekretariatan  LPM TEROPONG. Selain itu, Sekretaris umum mendampingi PU dalam setiap kerja-kerja keorganisasian.

Bendahara Umum(Bendum)

Mengelola keuangan LPM TEROPONG secara umum. Ia bertugas menyusun  konsep-konsep dasar tat keuangan LPM TEROPONG sehingga bisa dijadikan sebagai acuan dalam periode kepengurusan LPM TEROPONG ke depan. Membuat peraturan serta menetapkan kebijakan-kebijakan di bidang keuangan yang tentunya dengan kesepakatan PU. Selain itu, Bendum juga harus maampu mengontrol dan mempertanggungjawabkan sirkulasi keuangan LPM TEROPONG secara umum. Dalam hal menetapkan realisasi rencana anggaran belanja (Reber) setiap devisi harus dengan persetujuan PU.

  • Divisi Perusahaan

Divisi perusahaan dalam LPM TEROPONG adalah divisi yang bertanggungjawab terhadap usaha-usaha pencarian dana untuk mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan. Selain itu divisi ini juga bertanggungjawab terhadap proses penerbitan  LPM TEROPONG. Kemudian dalam divisi perusahan terdiri dari Sub Divisi Surkulasi dan Sub Divisi iklan.

  • Sub Divisi Sirkulasi

Sub divisi ini bertanggungjawab untuk mengelola sirkulasi hasil produk LPM TEROPONG, baik itu pemasaran maupun distribusi.

  • Sub Divisi Iklan

Sub divisi ini juga sangat memegang peranan penting, terutama dalam mencari tambahan budged dana LPM TEROPONG secara keseluruhan. Yaitu dengan mencari iklan-iklan produk tertentu untuk dipasang pada setiap produk lembaga ini.

  • Divisi Litbang (Penelitian dan Pengembangan)

Divisi Litbang dalam LPM TEROPONG merupakan urat nadi atas kapasitas intelektual dalam menunjang kelangsungan organisasi baik secara individu maupun kelembagaan.

Kemudian divisi ini juga bertanggungjawab atas :

  1. Pusat penelitian dan pengembangan LPM TEROPONG
  2. Pusat studi basis data dan informasi
  3. Perekrutan anggota baru LPM TEROPONG.

Sehingga Litbang bertanggungjawab atas (konsep) kaderisasi untuk  pengembangan LPM TEROPONG

 

  • Divisi Redaksi

Divisi memegang fungsi pokok dalam LPM TEROPONG. Sebab bertanggungjawab penuh untuk menerbitkan beberapa media, termasuk Majalah TEROPONG, sebagai produk atau karya media LPM TEROPONG. Divisi redaksi wajib menentukan kriteria dan pola penyajian berita yang hadir dalam setiap produk LPM TEROPONG. Yang jelas harus berpihak dan mampu menyuarakan  aspirasi rakyat kecil. Selain itu selalu berangkat dari kerangka pemikiran yang kritis paradigmatic, analisis, humanis dan tetap memegang idealisme jurnalisme yang presesi, obyektif, berimbang dan membuka ruang komentar bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, TEROPONG mampu membentuk opini, kesimpulan dan sikap masyarakat sebagai pembaca.

Jenis-Jenis Media

  • Meda Kamar
  • Media Sura Timoho
  • Teropong News
  • Majalah Teropong

 

Pengertian pers; pers berasal dari kata belanda pers yang artinya menekan atau menegepres. Kata pres merupakan padanan dari kata press dalam bahasa Inggris yang juga berarti menekan atu mengepres. Jadi, secara harapiah kata pers atau press mengacu pada pengertian komunikasi yang dilakukan dengan perantara barang cetak. Tetapi, sekarang kata pres atau press digunakan untuk merujuk pada  kegiatan jurnalistik, terutama kegiatan yang berhubungan dengan meghimpun berita, baik oleh wartawan media elektronik maupun oleh wartawan media cetak

Pers dalam arti sempit  yaitu menyangkut kegiatan komunikasi yang hanya dilakukan dengan perantaraan barang cetakan. Sedangkan pers dalam arti luas menyangkut kegiatan komunikasi baik yag dilakukan dengan media cetak maupun dengan media elektronik seperti radio, televis maupun internet.

TEROPONG sebagai Pers Mahasiswa

Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG yang ada sekarang ini, lahir dari penantian dan usaha yang panjang. Sebelumnya  ide untuk menggagas LPM di tingkatan kampus STPMD “APMD”pernah digulirkan berkali-kali. Namun ide itu berkali-kali juga mengalami benturan baik psikologis, sosiologis maupun ideologis ditingkatan mahasiswa sendiri. Akibatnya ide tersebut dingin dan tidak pernah di gagas lagi dalam bentuk yang riil.

Dengan perjuangan yang cukup besar akhirnya pada 8 Mei 2003, dilaksanakanlah lokakarya pembentukan Lembaga Pers Mahasiswa di STPMD, yang melahirkan Lembaga Pers Mahasiswa bernama TEROPONG.

Hadirnya LPM TEROPONG di STPMD “APMD” Yogyakarta mendapat apresiasi yang cukup tinggi. Sebab kemunculan lembaga ini bukan sekedar ikut meramaikan percaturan organisasi intra di STPMD. LPM TEROPONG perlu di terima sebagai kebutuhan bahkan keharusan ditengah proses sosial yang terjadi di STPMD. LPM TEROPONG paling tidak telah memenuhi satu dari prasyarat utama demokrasi, yaitu pers.

 

Sebab mahasiswa membutuhkan wadah yang representatif untuk mengaktualisasikan potensi diri, khususnya di bidang jurnalistik. Lebih dari itu LPM tingkat kampus adalah institusi sosial yang independen guna mengawal proses pembaharuan  di STPMD sendiri. Sebagai media peran LPM tidak hanya menyajikan informasi. Namun dia harus bisa menjamin ruang yang sama dan adil bagi stakeholder STPMD dan masyarakat umum untuk menyuarakan aspirasi mereka. LPM TEROPONG harus menjadi area “public share” yang steril bagi siapa pun di kampus untuk berkeluh kesah, beropini, berpendapat, dan berdiskusi tentang keresahan maupun harapan-harapan mereka.

Profil LPM TEROPONG

Nama                  : Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG STPMD “APMD”

Kedudukan         : Kampus STPMD “APMD” Yogyakarta

:  Jl. Timoho 317 Yogyakarta

Tanggal Berdiri  : 8 Mei 2003

Slogan                :  Cerdas Mengungkap Realitas

Landasan            : SK Ketua STPMD “APMD” Nomor 052/I/KPTS-K/2003

Visi                    :  “Menggagas ide, memadu potensi  dan mengembangkan kreativitas

menuju terbentuknya masyarakat kampus yang analistis, humanis

Dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam ikatan

Kekeluargaan”

Misi                    :    1.Mewujudkan Lembaga Pers Mahasiswa yang informative,

edukatif, komunikatif, dan transformative.

  1. Sebagai media penyalur aspirasi mahasiswa dan masyarakat.
  2. Mewujudkan Lembaga Pers Mahasiswa yang objektif serta berbasis

kerakyatan.

 

Pedoman Umum

Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG adalah organisasi pers kampus yang berorientasi dan berfungsi sebagai tempat belajar, bagi mahasiswa yang berminat dan punya komitmen tinggi untuk mengembangkan potensi di bidang pers. Lebih dari itu, lembaga ini berdiri sebagai fungsi kontrol bagi seluruh elemen kampus, masyarakat bahkan Negara ini sekalipun.

TEROPONG bukan hanya membuat setiap orang, paham tentang bagaimana sebenarnya berorganisasi yang baik, punya komitmen dan militansi yang tinggi, terbuka dsb. Tapi juga dituntut agar mengerti tentang proses jurnalistik yang baik dan benar. Lebih dari itu, membentuk pemikiran yang kritis paradigmatic, komprehensif serta produktif. Dengan begitu, setiap anggota TEROPONG akan dihargai secara intelektualitas, dimanapun, kapanpun, bahkan oleh siapapun.

 

Sebagai fungsi kontrol, TEROPONG berusaha menjadi lembaga kontrol-pengendali terhadap realitas atau kondisi obyektif tempat dimana kita berdiri. Di kampus misalnya, TEROPONG wajib menjadi pengontrol terhadap kondisi realitas di kampus ini. Termasuk lembaga, dan organisasi kemahasiswaan lainnya. Lalu dimana posisi berdiri TEROPONG sebagai lembaga pengontrol dikampus ini? Pertama, TEROPONG tidak terjebak pada kepentingan yang sifatnya politis dan dibangun atas persekongkolan. Kedua, obyektif, artinya lembaga ini mampu meletakkan pandangannya pada wilayah yang se-obyektif mungkin. Hanya saja, LPM TEROPONG lebih getol menyuarakan aspirasi dan keluhan masyarakat dan civitas di kampus.

Sehingga titik tekan LPM TEROPONG harus menjadi public spase yang steril bagi public kampus STPMD “APMD” Yogyakarta maupun masyarakat umum untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dan perlu diingat, kita sangat mengharamkan kekerasan dalam bergerak dan bertindak sebagai insane pers.

 

Sedang pada konteks Negara, LPM TEROPONG berfungsi sebagai lembaga kontrol bagi segenap elemen bangsa ini, baik itu pemerintah, aparatur Negara, dan institusi lainnya. Orientasi kontrolnya pun macam-macam, mulai dari keputusan, kebijikan, kinerja dsb. Tentu lebih berangkat dari suara dan aspirasi masyarakat kecil. Dengan  begitu TEROPONG berperan sebagai lembaga reflektif, solutif, dan mengkonstruksi kehidupan social-masyarakat ke arah yang lebih ideal. Oleh karena itu “cerdas mengungkap realitas” menjelma menjadi slogan LPM TEROPONG.

PEDOMAN KERJA

Manajemen umum dalam hal ini Pemimpin Umum(PU), Sekretaris Umum(Sekum), Bendahara Umum(Bendum) memiliki wewenang dan tanggungjawab penuh dalam memanajemen perjalanan kepengurusan LPM TEROPONG secara keseluruhan baik itu structural maupun fungsional.

Pemimpin Umum (PU)

Berfungsi sebagai pengambil kebijakan ditingkat organisasi LPM TEROPONG. Jadi PU wajib bertanggungjawab terhadap organisasi LPM TEROPONG secara keseluruhan, selain itu, Pemimpin Umum juga menjaga dan mengawal gerak-langkah LPM TEROPONG tetap dalam koridor AD/ART.

Sekretaris Umum(Sekum)

Secara structural Sekum memiliki fungsi administrator organisasi. Membidangi bidang tata administrasi organisasi. Seperti mengatur dan menginvestarisir surat keluar maupun surat masuk. Kemudian wajib memantau kondisi dan tingkat kebutuhan kesekretariatan  LPM TEROPONG. Selain itu, Sekretaris umum mendampingi PU dalam setiap kerja-kerja keorganisasian.

Bendahara Umum(Bendum)

Mengelola keuangan LPM TEROPONG secara umum. Ia bertugas menyusun  konsep-konsep dasar tat keuangan LPM TEROPONG sehingga bisa dijadikan sebagai acuan dalam periode kepengurusan LPM TEROPONG ke depan. Membuat peraturan serta menetapkan kebijakan-kebijakan di bidang keuangan yang tentunya dengan kesepakatan PU. Selain itu, Bendum juga harus maampu mengontrol dan mempertanggungjawabkan sirkulasi keuangan LPM TEROPONG secara umum. Dalam hal menetapkan realisasi rencana anggaran belanja (Reber) setiap devisi harus dengan persetujuan PU.

  • Divisi Perusahaan

Divisi perusahaan dalam LPM TEROPONG adalah divisi yang bertanggungjawab terhadap usaha-usaha pencarian dana untuk mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan. Selain itu divisi ini juga bertanggungjawab terhadap proses penerbitan  LPM TEROPONG. Kemudian dalam divisi perusahan terdiri dari Sub Divisi Surkulasi dan Sub Divisi iklan.

  • Sub Divisi Sirkulasi

Sub divisi ini bertanggungjawab untuk mengelola sirkulasi hasil produk LPM TEROPONG, baik itu pemasaran maupun distribusi.

  • Sub Divisi Iklan

Sub divisi ini juga sangat memegang peranan penting, terutama dalam mencari tambahan budged dana LPM TEROPONG secara keseluruhan. Yaitu dengan mencari iklan-iklan produk tertentu untuk dipasang pada setiap produk lembaga ini.

  • Divisi Litbang (Penelitian dan Pengembangan)

Divisi Litbang dalam LPM TEROPONG merupakan urat nadi atas kapasitas intelektual dalam menunjang kelangsungan organisasi baik secara individu maupun kelembagaan.

Kemudian divisi ini juga bertanggungjawab atas :

  1. Pusat penelitian dan pengembangan LPM TEROPONG
  2. Pusat studi basis data dan informasi
  3. Perekrutan anggota baru LPM TEROPONG.

Sehingga Litbang bertanggungjawab atas (konsep) kaderisasi untuk  pengembangan LPM TEROPONG

 

  • Divisi Redaksi

Divisi memegang fungsi pokok dalam LPM TEROPONG. Sebab bertanggungjawab penuh untuk menerbitkan beberapa media, termasuk Majalah TEROPONG, sebagai produk atau karya media LPM TEROPONG. Divisi redaksi wajib menentukan kriteria dan pola penyajian berita yang hadir dalam setiap produk LPM TEROPONG. Yang jelas harus berpihak dan mampu menyuarakan  aspirasi rakyat kecil. Selain itu selalu berangkat dari kerangka pemikiran yang kritis paradigmatic, analisis, humanis dan tetap memegang idealisme jurnalisme yang presesi, obyektif, berimbang dan membuka ruang komentar bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, TEROPONG mampu membentuk opini, kesimpulan dan sikap masyarakat sebagai pembaca.

Jenis-Jenis Media

  • Meda Kamar
  • Media Sura Timoho
  • Teropong News
  • Majalah Teropong

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *