” Organisasi Kita ” Oleh. Agustinus Sakro

                  Timoho-Sosialisasi Internal Kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”  Yogyakarta resmi dibuka Senin, 17 september 2018 di halaman kampus. Organisasi Internal kampus belum ada yang geliat menghadapi momen spesial ini. Ada  apa gerangan?

SIKam 2018 ini akan segera berlangsung Senin, 17 September di halaman  kampus APMD. Namun aktivitas Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STPMD “APMD” tampak sepi hingga minggu 17 September.  Tak nampak di depan kampus persiapan “tuan rumah yang nampak hanyalah mahasiswa umum sibuk mengurus atministrasi menjelang semester baru perkulihan. Stan-stan, sepanduk, yang biasa menghiasi persiapan SIKam seperti tahun 2017 belum terlihat. Geliat organisasi kemahasiswaan menyambut “tamu baru” APMD tahun ini tampak santai.

Kondisi ini salah satunya terjadi pada Himpuanan Mahasiswa Pembagunan Masyarakat Desa (HIMA PMD).  Keanggotan sebab muasalnya.  “kami belum ada persiapan untuk menyambut mahasiswa baru, hal ini disebabkan masih banyak teman-teman  liburan. HIMA PMD juga belum mengadakan rapat internal kepegurusan untuk membahas persiapan SIKam ini” kata Alfred Cristianto Reynaldo Misi.

Ia melanjutkan, HIMA PMD  sekarang lebih fokus untuk pergantian pengurus. Oleh karena itu, untuk menyambut MaBa,  HIMA PMD akan menawarkan ragam kegiatan yang telah dilakukan, seperti memamerkan foto serta sosialisasi langsung, ujarnya.

Sementara, ia menuturkan,   mahasiswa baru harus terlibat di HMJ.  “Karena (HMJ) itu merupakan humpunan jurusan, maka Mahasiswa Pembangunan Masyarakat Desa harus beradaptasi dan siap masuk HMJ,” tegas Ketua HIMA PMD,” Alfred Cristianto Reynaldo Misi.

Sama halnya dengan HIMA PMD, Hendra, salah satu anggota Mahasiswa Pecinta Alam Tunas Patria mengatakan, dalam menyambut SIKam kali ini, MAPALA Tunas Patria kekurangan tenaga. Dikarenakan pengurus sedang libur dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Imbasnya tutur Hendra, membuat kegiatan yang telah direncanakan tersendat. “hanya kami yang ada di Yogyakarta melanjutkan kegiatan dengan seadanya ,” tutur Hendra.

Menurutnya, persoalan tenaga bukanlah jadi masalah, namun kami yakin bisa menarik mahasiswa baru mau terlibat di oganisasi MAPALA Tunas Patria. Soal konsep berbeda dengan HIMA  PMD, pendekatan emosional lebih diutamakan. Juga disiapkan materi pengenalan lingkungan hidup dan kunjungan langsung ke MAPALA Tunas Patria. “kami juga mempersiapkan materi mengenai konservasi lingkugan hidup. Yang bertujuan untuk menyadarkan  mahasiswa pentingnya menjaga lingkungan,” jelas Hendra Deta.

Berbeda dengan MAPALA Tunas Patria, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosiatri (HMJ IMATRI) mengatakan  “untuk persiapan SIKam kali ini HMJ IMATRI sudah siapkan, secara nonteknis  siap menyambut momen tahunan  ala-APMD ini. Selain itu HMJ IMATRI jadikan SIKam ini sebagai momen  merangkul seluruh mahasiswa untuk mau terlibat didalam organisasi.

Untuk menyambut Maba, Konsep perkenalan SIKam megunakan ragam kegiatan yang dilakukan dalam bentuk video, sosialisasi langsug dan bedah buku.

Pemandangan serupa, juga dijumpa di  HMJ Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMAKO). Toni Tokan Ketua HMJ IMAKO, menurutnya persiapan SIKam mencapai enam puluh persen. Ia mengaku perlu persiapan karena mengalami krisis kader.

Bahkan untuk menarik mahasiswa   dan  berdinamika, secara teknis akan (IMAKO)  mengadakan  lapak baca, pameran sekaligus buka stan. Hal ini merupakan langkah kami mengingat waktu sosialisasi sangat terbatas. “Sedangkan Fokus Grup Discution itu agak sulit karena tabrakan dengan waktu. Perkenalan pada kesempatan ini akan disampaikan hal yang penting dari setiap divisi untuk meminimalisir waktu. Ia melanjutkan, momen ini dijadikan sebagai pelajaran dan merupakan masukan sebagai acuan program rencana kedepannya,” jelas Toni Tokan kepada LPM Teropong Minggu, (16/9/2018).

Hal senada juga di temukan HMJ IP (KOMAP) Bayu Kurniawan, menurutnya KOMAP jauh-jauh hari sudah mempersiapkan materi untuk menyambut ritual ala-APMD-ini.  Bahkan sebulan sebelumnya (KOMAP) sudah merapatkan persiapan untuk menyambut SIKam ini. KOMAP berusaha membuat materi yang baik sehingga mahasiswa tertarik untuk bergabung bersama. “persiapan jauh hari ini merupakan bentuk antisipasi sehingga perkenalan nanti lebih baik dan bisa meyakinkan MaBa,” jelasnya.

Lebih lanjut Bayu menuturkan, motode yang akan digunakan berusaha meyakinkan MaBa. KOMAP merupakan wadah untuk meningkatkan kapasitas melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, Public Speaking  menulis dan berdiskusi yang bertujuan melahirkan kaderisasi dalam KOMAP itu sendiri. “persolan minat masuk organisasi itu merupakan masalah klasik yang jelas tidak ada paksaan bagi mahasiswa yang mau bergabung silahkan,” kata Ketua HMJ (KOMAP) Bayu Kurniawan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *