” Pelayanan Buruk, Hak Mahasiswa Tidak Terpenuhi ” Oleh. Carollina Bella Viesta

Registrasi di Kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “ APMD “ dilaksanakan pada bulan September dan Januari itu adalah sebuah kewajiban mahasiswa untuk megikuti kebijakan yang sudah ditentukan oleh kampus. Dalam proses Registrasi uang semester banyak sekali terjadi masalah-masalah diantaranya terkait pelayanan, kurangnya karyawan dibagian Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) yang bertugas mengelola registrasi mahasiswa, sampai pada prosedur membayar uang Registrasi yang berbelit-belit.

Baru tahun ini pembayaran Registrasi melalui Bank, ditahun-tahun sebelumnya kampus terutama bagian Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) yang mengelola terkait masalah registrasi uang semester ini. Ketika berbicara mengenai Prosedur yang dikomandokan oleh kampus sendiri, keterlibatan mahasiswa sangat penting didalam sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh kampus karena ini bersangkutan dengan mahasiswa.

ketika kampus hendak mengeluarkan sebuah kebijakan hal yang teramat penting yang perlu diperhatikan adalah perlunya sosialisasi kepada mahasiswa sehingga ketika sudah dikeluarkan kebijakan tersebut kita bisa mengantisipasikan supaya tidak terjadinya masalah ketika melakukan registrasi. Tidak hanya Kebijakan kampus yang bermasalah tetapi pelayanan yang diberikan oleh karyawan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) sangat tidak memuaskan, serta karyawan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) khususnya yang mengelola bagian registrasi sebaiknya dimaksimalkan lagi kurangnya tenaga karyawan akan menimbulkan masalah pula seperti antrian panjang.  Mahasiswa sudah melaksanakan kewajibannya yaitu membayar uang registrasi tetapi pelayanan yang merupakan hak mahasiswa tidak terpenuhi.

Cristian Kawau Runga mahasiswa angkatan enam belas  mengatakan, dia kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) yang berbelit-belit dalam pengambilan nomor antrian, pengambilan kertas dispensasi dan prosedur pembayaran registrasi yang harus melalui Bank membuat mahasiswa kebingungan karena lembaga tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada mahasiswa. “ ujar Cristian Kawau Runga.

Sehingga banyak mahasiswa tidak puas dengan pelayanan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) yang tidak bersahabat dengan mahasiswa, waktu yang kampus berikan untuk Registrasi juga perlu dipertimbangkan karena setiap mahasiswa tentu punya masalah keuangan masing-masing. kampus perlu mengkaji terkait dispensasi yang diharapkan dapat mengurangi beban mahasiswa yang punya masalah keuangan bukan malah menekan mahasiswa.

Menurut Agustinus Christian Kaharara mahasiswa angkatan tujuh belas, kurangnya perhatian lembaga terhadap karyawan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) sangat mempengaruhi pelayanan dalam hal registrasi. Dia juga menyampaikan, Pelayanan yang diberikan oleh karyawan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan terlalu berbelit-belit. Bukankah, karyawan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) harus mampu memenuhi kepentingan mahasiswa dan selalu aktif melayani kepentingan mahasiswa tanpa ada unsur yang berlawanan. “ ujar Agustinus Christian Kaharara.

Kampus SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA STPMD “ APMD “ dengan terangnya menyelipkan Matakuliah Pelayanan Publik tetapi yang menjadi pertanyaan disini adalah :

“ Apa peran Matakuliah Pelayanan Publik yang diberikan oleh kampus, sedangkan implementasi yang ada gagal direalisasikan didalam kampus itu sendiri ? “

Sebuah ketimpang tindihan ini perlu diperhatikan dengan jeli oleh kampus, sebab ketika didalam struktur tahap bawah sudah tidak beres maka tahap atas pun akan ambruk. Jangan hanya menuntut kewajiban mahasiswa tetapi hak mahasiswa dipertanyakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *