” PERKENALAN LEMBAGA PERS MAHASISWA TEROPONG SEKOLAH TINGGI PEBANGUNAN MASYARAKAT DESA “APMD” YOGYKARTA CERDAS MENGUNGKAP REALITAS “

Pengertian pers; pers berasal dari kata belanda pers yang artinya menekan atau menegepres. Kata pres merupakan padanan dari kata press dalam bahasa Inggris yang juga berarti menekan atu mengepres. Jadi, secara harapiah kata pers atau press mengacu pada pengertian komunikasi yang dilakukan dengan perantara barang cetak. Tetapi, sekarang kata pres atau press digunakan untuk merujuk pada  kegiatan jurnalistik, terutama kegiatan yang berhubungan dengan meghimpun berita, baik oleh wartawan media elektronik maupun oleh wartawan media cetak

Pers dalam arti sempit  yaitu menyangkut kegiatan komunikasi yang hanya dilakukan dengan perantaraan barang cetakan. Sedangkan pers dalam arti luas menyangkut kegiatan komunikasi baik yag dilakukan dengan media cetak maupun dengan media elektronik seperti radio, televis maupun internet.

TEROPONG sebagai Pers Mahasiswa

Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG yang ada sekarang ini, lahir dari penantian dan usaha yang panjang. Sebelumnya  ide untuk menggagas LPM di tingkatan kampus STPMD “APMD”pernah digulirkan berkali-kali. Namun ide itu berkali-kali juga mengalami benturan baik psikologis, sosiologis maupun ideologis ditingkatan mahasiswa sendiri. Akibatnya ide tersebut dingin dan tidak pernah di gagas lagi dalam bentuk yang riil.

Dengan perjuangan yang cukup besar akhirnya pada 8 Mei 2003, dilaksanakanlah lokakarya pembentukan Lembaga Pers Mahasiswa di STPMD, yang melahirkan Lembaga Pers Mahasiswa bernama TEROPONG.

Hadirnya LPM TEROPONG di STPMD “APMD” Yogyakarta mendapat apresiasi yang cukup tinggi. Sebab kemunculan lembaga ini bukan sekedar ikut meramaikan percaturan organisasi intra di STPMD. LPM TEROPONG perlu di terima sebagai kebutuhan bahkan keharusan ditengah proses sosial yang terjadi di STPMD. LPM TEROPONG paling tidak telah memenuhi satu dari prasyarat utama demokrasi, yaitu pers.

Sebab mahasiswa membutuhkan wadah yang representatif untuk mengaktualisasikan potensi diri, khususnya di bidang jurnalistik. Lebih dari itu LPM tingkat kampus adalah institusi sosial yang independen guna mengawal proses pembaharuan  di STPMD sendiri. Sebagai media peran LPM tidak hanya menyajikan informasi. Namun dia harus bisa menjamin ruang yang sama dan adil bagi stakeholder STPMD dan masyarakat umum untuk menyuarakan aspirasi mereka. LPM TEROPONG harus menjadi area “public share” yang steril bagi siapa pun di kampus untuk berkeluh kesah, beropini, berpendapat, dan berdiskusi tentang keresahan maupun harapan-harapan mereka.

Profil LPM TEROPONG

Nama                    : Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG STPMD “APMD”

Kedudukan        : Kampus STPMD “APMD” Yogyakarta

:  Jl. Timoho 317 Yogyakarta

Tanggal Berdiri  : 8 Mei 2003

Slogan                :  Cerdas Mengungkap Realitas

Landasan           : SK Ketua STPMD “APMD” Nomor 052/I/KPTS-K/2003

Visi                    :  “Menggagas ide, memadu potensi  dan mengembangkan kreativitas

menuju terbentuknya masyarakat kampus yang analistis, humanis

Dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam ikatan

Kekeluargaan”

Misi                    :    1.Mewujudkan Lembaga Pers Mahasiswa yang informative,

edukatif, komunikatif, dan transformative.

  1. Sebagai media penyalur aspirasi mahasiswa dan masyarakat.
  2. Mewujudkan Lembaga Pers Mahasiswa yang objektif serta berbasis

kerakyatan.

 

Pedoman Umum

Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG adalah organisasi pers kampus yang berorientasi dan berfungsi sebagai tempat belajar, bagi mahasiswa yang berminat dan punya komitmen tinggi untuk mengembangkan potensi di bidang pers. Lebih dari itu, lembaga ini berdiri sebagai fungsi kontrol bagi seluruh elemen kampus, masyarakat bahkan Negara ini sekalipun.

TEROPONG bukan hanya membuat setiap orang, paham tentang bagaimana sebenarnya berorganisasi yang baik, punya komitmen dan militansi yang tinggi, terbuka dsb. Tapi juga dituntut agar mengerti tentang proses jurnalistik yang baik dan benar. Lebih dari itu, membentuk pemikiran yang kritis paradigmatic, komprehensif serta produktif. Dengan begitu, setiap anggota TEROPONG akan dihargai secara intelektualitas, dimanapun, kapanpun, bahkan oleh siapapun.

 

Sebagai fungsi kontrol, TEROPONG berusaha menjadi lembaga kontrol-pengendali terhadap realitas atau kondisi obyektif tempat dimana kita berdiri. Di kampus misalnya, TEROPONG wajib menjadi pengontrol terhadap kondisi realitas di kampus ini. Termasuk lembaga, dan organisasi kemahasiswaan lainnya. Lalu dimana posisi berdiri TEROPONG sebagai lembaga pengontrol dikampus ini? Pertama, TEROPONG tidak terjebak pada kepentingan yang sifatnya politis dan dibangun atas persekongkolan. Kedua, obyektif, artinya lembaga ini mampu meletakkan pandangannya pada wilayah yang se-obyektif mungkin. Hanya saja, LPM TEROPONG lebih getol menyuarakan aspirasi dan keluhan masyarakat dan civitas di kampus.

Sehingga titik tekan LPM TEROPONG harus menjadi public spase yang steril bagi public kampus STPMD “APMD” Yogyakarta maupun masyarakat umum untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dan perlu diingat, kita sangat mengharamkan kekerasan dalam bergerak dan bertindak sebagai insane pers.

 

Sedang pada konteks Negara, LPM TEROPONG berfungsi sebagai lembaga kontrol bagi segenap elemen bangsa ini, baik itu pemerintah, aparatur Negara, dan institusi lainnya. Orientasi kontrolnya pun macam-macam, mulai dari keputusan, kebijikan, kinerja dsb. Tentu lebih berangkat dari suara dan aspirasi masyarakat kecil. Dengan  begitu TEROPONG berperan sebagai lembaga reflektif, solutif, dan mengkonstruksi kehidupan social-masyarakat ke arah yang lebih ideal. Oleh karena itu “cerdas mengungkap realitas” menjelma menjadi slogan LPM TEROPONG.

PEDOMAN KERJA

Manajemen umum dalam hal ini Pemimpin Umum(PU), Sekretaris Umum(Sekum), Bendahara Umum(Bendum) memiliki wewenang dan tanggungjawab penuh dalam memanajemen perjalanan kepengurusan LPM TEROPONG secara keseluruhan baik itu structural maupun fungsional.

Pemimpin Umum (PU)

Berfungsi sebagai pengambil kebijakan ditingkat organisasi LPM TEROPONG. Jadi PU wajib bertanggungjawab terhadap organisasi LPM TEROPONG secara keseluruhan, selain itu, Pemimpin Umum juga menjaga dan mengawal gerak-langkah LPM TEROPONG tetap dalam koridor AD/ART.

Sekretaris Umum(Sekum)

Secara structural Sekum memiliki fungsi administrator organisasi. Membidangi bidang tata administrasi organisasi. Seperti mengatur dan menginvestarisir surat keluar maupun surat masuk. Kemudian wajib memantau kondisi dan tingkat kebutuhan kesekretariatan  LPM TEROPONG. Selain itu, Sekretaris umum mendampingi PU dalam setiap kerja-kerja keorganisasian.

Bendahara Umum(Bendum)

Mengelola keuangan LPM TEROPONG secara umum. Ia bertugas menyusun  konsep-konsep dasar tat keuangan LPM TEROPONG sehingga bisa dijadikan sebagai acuan dalam periode kepengurusan LPM TEROPONG ke depan. Membuat peraturan serta menetapkan kebijakan-kebijakan di bidang keuangan yang tentunya dengan kesepakatan PU. Selain itu, Bendum juga harus maampu mengontrol dan mempertanggungjawabkan sirkulasi keuangan LPM TEROPONG secara umum. Dalam hal menetapkan realisasi rencana anggaran belanja (Reber) setiap devisi harus dengan persetujuan PU.

  • Divisi Perusahaan

Divisi perusahaan dalam LPM TEROPONG adalah divisi yang bertanggungjawab terhadap usaha-usaha pencarian dana untuk mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan. Selain itu divisi ini juga bertanggungjawab terhadap proses penerbitan  LPM TEROPONG. Kemudian dalam divisi perusahan terdiri dari Sub Divisi Surkulasi dan Sub Divisi iklan.

  • Sub Divisi Sirkulasi

Sub divisi ini bertanggungjawab untuk mengelola sirkulasi hasil produk LPM TEROPONG, baik itu pemasaran maupun distribusi.

  • Sub Divisi Iklan

Sub divisi ini juga sangat memegang peranan penting, terutama dalam mencari tambahan budged dana LPM TEROPONG secara keseluruhan. Yaitu dengan mencari iklan-iklan produk tertentu untuk dipasang pada setiap produk lembaga ini.

  • Divisi Litbang (Penelitian dan Pengembangan)

Divisi Litbang dalam LPM TEROPONG merupakan urat nadi atas kapasitas intelektual dalam menunjang kelangsungan organisasi baik secara individu maupun kelembagaan.

Kemudian divisi ini juga bertanggungjawab atas :

  1. Pusat penelitian dan pengembangan LPM TEROPONG
  2. Pusat studi basis data dan informasi
  3. Perekrutan anggota baru LPM TEROPONG.

Sehingga Litbang bertanggungjawab atas (konsep) kaderisasi untuk  pengembangan LPM TEROPONG

 

  • Divisi Redaksi

Divisi memegang fungsi pokok dalam LPM TEROPONG. Sebab bertanggungjawab penuh untuk menerbitkan beberapa media, termasuk Majalah TEROPONG, sebagai produk atau karya media LPM TEROPONG. Divisi redaksi wajib menentukan kriteria dan pola penyajian berita yang hadir dalam setiap produk LPM TEROPONG. Yang jelas harus berpihak dan mampu menyuarakan  aspirasi rakyat kecil. Selain itu selalu berangkat dari kerangka pemikiran yang kritis paradigmatic, analisis, humanis dan tetap memegang idealisme jurnalisme yang presesi, obyektif, berimbang dan membuka ruang komentar bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, TEROPONG mampu membentuk opini, kesimpulan dan sikap masyarakat sebagai pembaca.

Jenis-Jenis Media

  • Meda Kamar
  • Media Sura Timoho
  • Teropong News
  • Majalah Teropong

 

Pengertian pers; pers berasal dari kata belanda pers yang artinya menekan atau menegepres. Kata pres merupakan padanan dari kata press dalam bahasa Inggris yang juga berarti menekan atu mengepres. Jadi, secara harapiah kata pers atau press mengacu pada pengertian komunikasi yang dilakukan dengan perantara barang cetak. Tetapi, sekarang kata pres atau press digunakan untuk merujuk pada  kegiatan jurnalistik, terutama kegiatan yang berhubungan dengan meghimpun berita, baik oleh wartawan media elektronik maupun oleh wartawan media cetak

Pers dalam arti sempit  yaitu menyangkut kegiatan komunikasi yang hanya dilakukan dengan perantaraan barang cetakan. Sedangkan pers dalam arti luas menyangkut kegiatan komunikasi baik yag dilakukan dengan media cetak maupun dengan media elektronik seperti radio, televis maupun internet.

TEROPONG sebagai Pers Mahasiswa

Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG yang ada sekarang ini, lahir dari penantian dan usaha yang panjang. Sebelumnya  ide untuk menggagas LPM di tingkatan kampus STPMD “APMD”pernah digulirkan berkali-kali. Namun ide itu berkali-kali juga mengalami benturan baik psikologis, sosiologis maupun ideologis ditingkatan mahasiswa sendiri. Akibatnya ide tersebut dingin dan tidak pernah di gagas lagi dalam bentuk yang riil.

Dengan perjuangan yang cukup besar akhirnya pada 8 Mei 2003, dilaksanakanlah lokakarya pembentukan Lembaga Pers Mahasiswa di STPMD, yang melahirkan Lembaga Pers Mahasiswa bernama TEROPONG.

Hadirnya LPM TEROPONG di STPMD “APMD” Yogyakarta mendapat apresiasi yang cukup tinggi. Sebab kemunculan lembaga ini bukan sekedar ikut meramaikan percaturan organisasi intra di STPMD. LPM TEROPONG perlu di terima sebagai kebutuhan bahkan keharusan ditengah proses sosial yang terjadi di STPMD. LPM TEROPONG paling tidak telah memenuhi satu dari prasyarat utama demokrasi, yaitu pers.

 

Sebab mahasiswa membutuhkan wadah yang representatif untuk mengaktualisasikan potensi diri, khususnya di bidang jurnalistik. Lebih dari itu LPM tingkat kampus adalah institusi sosial yang independen guna mengawal proses pembaharuan  di STPMD sendiri. Sebagai media peran LPM tidak hanya menyajikan informasi. Namun dia harus bisa menjamin ruang yang sama dan adil bagi stakeholder STPMD dan masyarakat umum untuk menyuarakan aspirasi mereka. LPM TEROPONG harus menjadi area “public share” yang steril bagi siapa pun di kampus untuk berkeluh kesah, beropini, berpendapat, dan berdiskusi tentang keresahan maupun harapan-harapan mereka.

Profil LPM TEROPONG

Nama                  : Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG STPMD “APMD”

Kedudukan         : Kampus STPMD “APMD” Yogyakarta

:  Jl. Timoho 317 Yogyakarta

Tanggal Berdiri  : 8 Mei 2003

Slogan                :  Cerdas Mengungkap Realitas

Landasan            : SK Ketua STPMD “APMD” Nomor 052/I/KPTS-K/2003

Visi                    :  “Menggagas ide, memadu potensi  dan mengembangkan kreativitas

menuju terbentuknya masyarakat kampus yang analistis, humanis

Dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam ikatan

Kekeluargaan”

Misi                    :    1.Mewujudkan Lembaga Pers Mahasiswa yang informative,

edukatif, komunikatif, dan transformative.

  1. Sebagai media penyalur aspirasi mahasiswa dan masyarakat.
  2. Mewujudkan Lembaga Pers Mahasiswa yang objektif serta berbasis

kerakyatan.

 

Pedoman Umum

Lembaga Pers Mahasiswa TEROPONG adalah organisasi pers kampus yang berorientasi dan berfungsi sebagai tempat belajar, bagi mahasiswa yang berminat dan punya komitmen tinggi untuk mengembangkan potensi di bidang pers. Lebih dari itu, lembaga ini berdiri sebagai fungsi kontrol bagi seluruh elemen kampus, masyarakat bahkan Negara ini sekalipun.

TEROPONG bukan hanya membuat setiap orang, paham tentang bagaimana sebenarnya berorganisasi yang baik, punya komitmen dan militansi yang tinggi, terbuka dsb. Tapi juga dituntut agar mengerti tentang proses jurnalistik yang baik dan benar. Lebih dari itu, membentuk pemikiran yang kritis paradigmatic, komprehensif serta produktif. Dengan begitu, setiap anggota TEROPONG akan dihargai secara intelektualitas, dimanapun, kapanpun, bahkan oleh siapapun.

 

Sebagai fungsi kontrol, TEROPONG berusaha menjadi lembaga kontrol-pengendali terhadap realitas atau kondisi obyektif tempat dimana kita berdiri. Di kampus misalnya, TEROPONG wajib menjadi pengontrol terhadap kondisi realitas di kampus ini. Termasuk lembaga, dan organisasi kemahasiswaan lainnya. Lalu dimana posisi berdiri TEROPONG sebagai lembaga pengontrol dikampus ini? Pertama, TEROPONG tidak terjebak pada kepentingan yang sifatnya politis dan dibangun atas persekongkolan. Kedua, obyektif, artinya lembaga ini mampu meletakkan pandangannya pada wilayah yang se-obyektif mungkin. Hanya saja, LPM TEROPONG lebih getol menyuarakan aspirasi dan keluhan masyarakat dan civitas di kampus.

Sehingga titik tekan LPM TEROPONG harus menjadi public spase yang steril bagi public kampus STPMD “APMD” Yogyakarta maupun masyarakat umum untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dan perlu diingat, kita sangat mengharamkan kekerasan dalam bergerak dan bertindak sebagai insane pers.

 

Sedang pada konteks Negara, LPM TEROPONG berfungsi sebagai lembaga kontrol bagi segenap elemen bangsa ini, baik itu pemerintah, aparatur Negara, dan institusi lainnya. Orientasi kontrolnya pun macam-macam, mulai dari keputusan, kebijikan, kinerja dsb. Tentu lebih berangkat dari suara dan aspirasi masyarakat kecil. Dengan  begitu TEROPONG berperan sebagai lembaga reflektif, solutif, dan mengkonstruksi kehidupan social-masyarakat ke arah yang lebih ideal. Oleh karena itu “cerdas mengungkap realitas” menjelma menjadi slogan LPM TEROPONG.

PEDOMAN KERJA

Manajemen umum dalam hal ini Pemimpin Umum(PU), Sekretaris Umum(Sekum), Bendahara Umum(Bendum) memiliki wewenang dan tanggungjawab penuh dalam memanajemen perjalanan kepengurusan LPM TEROPONG secara keseluruhan baik itu structural maupun fungsional.

Pemimpin Umum (PU)

Berfungsi sebagai pengambil kebijakan ditingkat organisasi LPM TEROPONG. Jadi PU wajib bertanggungjawab terhadap organisasi LPM TEROPONG secara keseluruhan, selain itu, Pemimpin Umum juga menjaga dan mengawal gerak-langkah LPM TEROPONG tetap dalam koridor AD/ART.

Sekretaris Umum(Sekum)

Secara structural Sekum memiliki fungsi administrator organisasi. Membidangi bidang tata administrasi organisasi. Seperti mengatur dan menginvestarisir surat keluar maupun surat masuk. Kemudian wajib memantau kondisi dan tingkat kebutuhan kesekretariatan  LPM TEROPONG. Selain itu, Sekretaris umum mendampingi PU dalam setiap kerja-kerja keorganisasian.

Bendahara Umum(Bendum)

Mengelola keuangan LPM TEROPONG secara umum. Ia bertugas menyusun  konsep-konsep dasar tat keuangan LPM TEROPONG sehingga bisa dijadikan sebagai acuan dalam periode kepengurusan LPM TEROPONG ke depan. Membuat peraturan serta menetapkan kebijakan-kebijakan di bidang keuangan yang tentunya dengan kesepakatan PU. Selain itu, Bendum juga harus maampu mengontrol dan mempertanggungjawabkan sirkulasi keuangan LPM TEROPONG secara umum. Dalam hal menetapkan realisasi rencana anggaran belanja (Reber) setiap devisi harus dengan persetujuan PU.

  • Divisi Perusahaan

Divisi perusahaan dalam LPM TEROPONG adalah divisi yang bertanggungjawab terhadap usaha-usaha pencarian dana untuk mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan. Selain itu divisi ini juga bertanggungjawab terhadap proses penerbitan  LPM TEROPONG. Kemudian dalam divisi perusahan terdiri dari Sub Divisi Surkulasi dan Sub Divisi iklan.

  • Sub Divisi Sirkulasi

Sub divisi ini bertanggungjawab untuk mengelola sirkulasi hasil produk LPM TEROPONG, baik itu pemasaran maupun distribusi.

  • Sub Divisi Iklan

Sub divisi ini juga sangat memegang peranan penting, terutama dalam mencari tambahan budged dana LPM TEROPONG secara keseluruhan. Yaitu dengan mencari iklan-iklan produk tertentu untuk dipasang pada setiap produk lembaga ini.

  • Divisi Litbang (Penelitian dan Pengembangan)

Divisi Litbang dalam LPM TEROPONG merupakan urat nadi atas kapasitas intelektual dalam menunjang kelangsungan organisasi baik secara individu maupun kelembagaan.

Kemudian divisi ini juga bertanggungjawab atas :

  1. Pusat penelitian dan pengembangan LPM TEROPONG
  2. Pusat studi basis data dan informasi
  3. Perekrutan anggota baru LPM TEROPONG.

Sehingga Litbang bertanggungjawab atas (konsep) kaderisasi untuk  pengembangan LPM TEROPONG

 

  • Divisi Redaksi

Divisi memegang fungsi pokok dalam LPM TEROPONG. Sebab bertanggungjawab penuh untuk menerbitkan beberapa media, termasuk Majalah TEROPONG, sebagai produk atau karya media LPM TEROPONG. Divisi redaksi wajib menentukan kriteria dan pola penyajian berita yang hadir dalam setiap produk LPM TEROPONG. Yang jelas harus berpihak dan mampu menyuarakan  aspirasi rakyat kecil. Selain itu selalu berangkat dari kerangka pemikiran yang kritis paradigmatic, analisis, humanis dan tetap memegang idealisme jurnalisme yang presesi, obyektif, berimbang dan membuka ruang komentar bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, TEROPONG mampu membentuk opini, kesimpulan dan sikap masyarakat sebagai pembaca.

Jenis-Jenis Media

  • Meda Kamar
  • Media Sura Timoho
  • Teropong News
  • Majalah Teropong

 

 

” Organisasi Kita ” Oleh. Agustinus Sakro

                  Timoho-Sosialisasi Internal Kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”  Yogyakarta resmi dibuka Senin, 17 september 2018 di halaman kampus. Organisasi Internal kampus belum ada yang geliat menghadapi momen spesial ini. Ada  apa gerangan?

SIKam 2018 ini akan segera berlangsung Senin, 17 September di halaman  kampus APMD. Namun aktivitas Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STPMD “APMD” tampak sepi hingga minggu 17 September.  Tak nampak di depan kampus persiapan “tuan rumah yang nampak hanyalah mahasiswa umum sibuk mengurus atministrasi menjelang semester baru perkulihan. Stan-stan, sepanduk, yang biasa menghiasi persiapan SIKam seperti tahun 2017 belum terlihat. Geliat organisasi kemahasiswaan menyambut “tamu baru” APMD tahun ini tampak santai.

Kondisi ini salah satunya terjadi pada Himpuanan Mahasiswa Pembagunan Masyarakat Desa (HIMA PMD).  Keanggotan sebab muasalnya.  “kami belum ada persiapan untuk menyambut mahasiswa baru, hal ini disebabkan masih banyak teman-teman  liburan. HIMA PMD juga belum mengadakan rapat internal kepegurusan untuk membahas persiapan SIKam ini” kata Alfred Cristianto Reynaldo Misi.

Ia melanjutkan, HIMA PMD  sekarang lebih fokus untuk pergantian pengurus. Oleh karena itu, untuk menyambut MaBa,  HIMA PMD akan menawarkan ragam kegiatan yang telah dilakukan, seperti memamerkan foto serta sosialisasi langsung, ujarnya.

Sementara, ia menuturkan,   mahasiswa baru harus terlibat di HMJ.  “Karena (HMJ) itu merupakan humpunan jurusan, maka Mahasiswa Pembangunan Masyarakat Desa harus beradaptasi dan siap masuk HMJ,” tegas Ketua HIMA PMD,” Alfred Cristianto Reynaldo Misi.

Sama halnya dengan HIMA PMD, Hendra, salah satu anggota Mahasiswa Pecinta Alam Tunas Patria mengatakan, dalam menyambut SIKam kali ini, MAPALA Tunas Patria kekurangan tenaga. Dikarenakan pengurus sedang libur dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Imbasnya tutur Hendra, membuat kegiatan yang telah direncanakan tersendat. “hanya kami yang ada di Yogyakarta melanjutkan kegiatan dengan seadanya ,” tutur Hendra.

Menurutnya, persoalan tenaga bukanlah jadi masalah, namun kami yakin bisa menarik mahasiswa baru mau terlibat di oganisasi MAPALA Tunas Patria. Soal konsep berbeda dengan HIMA  PMD, pendekatan emosional lebih diutamakan. Juga disiapkan materi pengenalan lingkungan hidup dan kunjungan langsung ke MAPALA Tunas Patria. “kami juga mempersiapkan materi mengenai konservasi lingkugan hidup. Yang bertujuan untuk menyadarkan  mahasiswa pentingnya menjaga lingkungan,” jelas Hendra Deta.

Berbeda dengan MAPALA Tunas Patria, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosiatri (HMJ IMATRI) mengatakan  “untuk persiapan SIKam kali ini HMJ IMATRI sudah siapkan, secara nonteknis  siap menyambut momen tahunan  ala-APMD ini. Selain itu HMJ IMATRI jadikan SIKam ini sebagai momen  merangkul seluruh mahasiswa untuk mau terlibat didalam organisasi.

Untuk menyambut Maba, Konsep perkenalan SIKam megunakan ragam kegiatan yang dilakukan dalam bentuk video, sosialisasi langsug dan bedah buku.

Pemandangan serupa, juga dijumpa di  HMJ Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMAKO). Toni Tokan Ketua HMJ IMAKO, menurutnya persiapan SIKam mencapai enam puluh persen. Ia mengaku perlu persiapan karena mengalami krisis kader.

Bahkan untuk menarik mahasiswa   dan  berdinamika, secara teknis akan (IMAKO)  mengadakan  lapak baca, pameran sekaligus buka stan. Hal ini merupakan langkah kami mengingat waktu sosialisasi sangat terbatas. “Sedangkan Fokus Grup Discution itu agak sulit karena tabrakan dengan waktu. Perkenalan pada kesempatan ini akan disampaikan hal yang penting dari setiap divisi untuk meminimalisir waktu. Ia melanjutkan, momen ini dijadikan sebagai pelajaran dan merupakan masukan sebagai acuan program rencana kedepannya,” jelas Toni Tokan kepada LPM Teropong Minggu, (16/9/2018).

Hal senada juga di temukan HMJ IP (KOMAP) Bayu Kurniawan, menurutnya KOMAP jauh-jauh hari sudah mempersiapkan materi untuk menyambut ritual ala-APMD-ini.  Bahkan sebulan sebelumnya (KOMAP) sudah merapatkan persiapan untuk menyambut SIKam ini. KOMAP berusaha membuat materi yang baik sehingga mahasiswa tertarik untuk bergabung bersama. “persiapan jauh hari ini merupakan bentuk antisipasi sehingga perkenalan nanti lebih baik dan bisa meyakinkan MaBa,” jelasnya.

Lebih lanjut Bayu menuturkan, motode yang akan digunakan berusaha meyakinkan MaBa. KOMAP merupakan wadah untuk meningkatkan kapasitas melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, Public Speaking  menulis dan berdiskusi yang bertujuan melahirkan kaderisasi dalam KOMAP itu sendiri. “persolan minat masuk organisasi itu merupakan masalah klasik yang jelas tidak ada paksaan bagi mahasiswa yang mau bergabung silahkan,” kata Ketua HMJ (KOMAP) Bayu Kurniawan.

 

“ Minimnya Minat Berorganisasi di Kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa ” APMD “ Yogyakarta. Oleh. Darwis Mawo

” Jadikan organisasi sebagai penyokong dan penyelamatan kuliah teman-teman. ”

Tidak dipungkiri lagi bahwa mahasiswa menjadi garda terdepan bangsa dan  sejarah mencatat  bahwa keberhasilan  mahasiswa Indonesia  mampu menggulingkan roda pemerintahan yang sewenang-wenang pada masa  Orde Baru.  Lewat persatuan seluruh Mahasiswa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. 20 tahun sudah cerita itu terdegar namun berorganisasi  itu hilang seakan tertelan jaman, terlihat jelas di kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta. Seperti dilangsir Majalah Teropong Edisi Khusus Dies Natalis/Th. III/ Desember/2005, yang mengupas Mati Surinya Organisasi Mahasiswa dikampus ini.

Banyak sekali mahasiswa yang saat ini merasa enggan berorganisasi dan menganggap organisasi hanya sebagai penghambat perkulihan. Namun saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana organisasi internal kampus mulai exsis kembali. Ada banyak pilihan organisasi yang dapat diikuti baik minat olahraga, kesenian, penalaran , yang ada di dalam kampus APMD maupun yang ada di luar kampus. Kesempatan saat ini menjadi mahasiswa selayaknya dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk mengasah dan mengeksplor potensi diri seoptimal mungkin.  Kenyataan yang terjadi saat ini, mahasiswa hanya tahu 3K ( kuliah,kampus dan kost ),  ada banyak kesempatan yang lainnya yang mungkin dapat diperoleh mahasiswa dengan aktif berorganisasi .

Dilain sisi mahasiswa yang  berorganisasi  sering terjadi benturan  presepsi  yang salah dari masyarakat awam dan mahasiswa itu sendiri,  yang melihat bahwa berorganisasi  hanyalah membuang waktu dan di tambah tuntutan dari orang tua yang ingin anaknya lulus dengan nilai yang memuaskan  serta ditambah dengan biaya kuliah yang tinggi, oleh karena itu dapat dimaklumi jika orang tua melarang anaknya berorganisasi  agar mereka dapat lulus dan memperoleh masa depan yang baik tanpa membuang waktu percuma dalam berorganisasi.

Untuk menjawab kegelisahan dari orang tua yang menganggap berorganisasi hanya penghambat kuliah mahasiswa. Bagi mahasiswa berprestasi yang membawa nama organisasi dan teristimewa mengangkat nama Kampus tentunya kampus memberikan apresiasi tersendiri bagi mahasiswa yang berperstasi dalam organisasi semacam beasiswa. Sehingga orang tua merasa bahwa berorganisasi di kampus bukan menjadi penghambat kuliah namun merupakan wadah tersendiri bagi mahasiswa yang ingin belajar dan mencapai prestasi demi membantu biaya kuliahnya sendiri.

Namun cerita di atas  terjadi tidak  kepada semua mahasiswa yang ada di kampus APMD, masih banyak yang enggan berorganisasi dengan alasan yang berbeda, di antaranya tugas yang terlalu banyak, kuliah yang sehari-hari banyak atau karena tidak mau terbebani oleh kegiatan organisasi kampus, serta di tambah lagi dengan tawaran kota Yogyakarta yang memiliki surga  tersendiri buat mereka yang mencintai kebebasan dan bisnis hiburan dengan harga murah hingga berharga mahal akan muda kita temui di kota Yogyakarta.

” Pelayanan Buruk, Hak Mahasiswa Tidak Terpenuhi ” Oleh. Carollina Bella Viesta

Registrasi di Kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “ APMD “ dilaksanakan pada bulan September dan Januari itu adalah sebuah kewajiban mahasiswa untuk megikuti kebijakan yang sudah ditentukan oleh kampus. Dalam proses Registrasi uang semester banyak sekali terjadi masalah-masalah diantaranya terkait pelayanan, kurangnya karyawan dibagian Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) yang bertugas mengelola registrasi mahasiswa, sampai pada prosedur membayar uang Registrasi yang berbelit-belit.

Baru tahun ini pembayaran Registrasi melalui Bank, ditahun-tahun sebelumnya kampus terutama bagian Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) yang mengelola terkait masalah registrasi uang semester ini. Ketika berbicara mengenai Prosedur yang dikomandokan oleh kampus sendiri, keterlibatan mahasiswa sangat penting didalam sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh kampus karena ini bersangkutan dengan mahasiswa.

ketika kampus hendak mengeluarkan sebuah kebijakan hal yang teramat penting yang perlu diperhatikan adalah perlunya sosialisasi kepada mahasiswa sehingga ketika sudah dikeluarkan kebijakan tersebut kita bisa mengantisipasikan supaya tidak terjadinya masalah ketika melakukan registrasi. Tidak hanya Kebijakan kampus yang bermasalah tetapi pelayanan yang diberikan oleh karyawan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) sangat tidak memuaskan, serta karyawan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) khususnya yang mengelola bagian registrasi sebaiknya dimaksimalkan lagi kurangnya tenaga karyawan akan menimbulkan masalah pula seperti antrian panjang.  Mahasiswa sudah melaksanakan kewajibannya yaitu membayar uang registrasi tetapi pelayanan yang merupakan hak mahasiswa tidak terpenuhi.

Cristian Kawau Runga mahasiswa angkatan enam belas  mengatakan, dia kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) yang berbelit-belit dalam pengambilan nomor antrian, pengambilan kertas dispensasi dan prosedur pembayaran registrasi yang harus melalui Bank membuat mahasiswa kebingungan karena lembaga tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada mahasiswa. “ ujar Cristian Kawau Runga.

Sehingga banyak mahasiswa tidak puas dengan pelayanan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) yang tidak bersahabat dengan mahasiswa, waktu yang kampus berikan untuk Registrasi juga perlu dipertimbangkan karena setiap mahasiswa tentu punya masalah keuangan masing-masing. kampus perlu mengkaji terkait dispensasi yang diharapkan dapat mengurangi beban mahasiswa yang punya masalah keuangan bukan malah menekan mahasiswa.

Menurut Agustinus Christian Kaharara mahasiswa angkatan tujuh belas, kurangnya perhatian lembaga terhadap karyawan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) sangat mempengaruhi pelayanan dalam hal registrasi. Dia juga menyampaikan, Pelayanan yang diberikan oleh karyawan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan terlalu berbelit-belit. Bukankah, karyawan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan ( BAAK ) harus mampu memenuhi kepentingan mahasiswa dan selalu aktif melayani kepentingan mahasiswa tanpa ada unsur yang berlawanan. “ ujar Agustinus Christian Kaharara.

Kampus SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA STPMD “ APMD “ dengan terangnya menyelipkan Matakuliah Pelayanan Publik tetapi yang menjadi pertanyaan disini adalah :

“ Apa peran Matakuliah Pelayanan Publik yang diberikan oleh kampus, sedangkan implementasi yang ada gagal direalisasikan didalam kampus itu sendiri ? “

Sebuah ketimpang tindihan ini perlu diperhatikan dengan jeli oleh kampus, sebab ketika didalam struktur tahap bawah sudah tidak beres maka tahap atas pun akan ambruk. Jangan hanya menuntut kewajiban mahasiswa tetapi hak mahasiswa dipertanyakan.

Visi Misi

 

Visi

 “Menggagas ide, memadu potensi dan mengembangkan kreativitas menuju terbentuknya masyarakat kampus yang analitis, humanis, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam ikatan kekeluargaan”.

 

Misi

Mewujudkan Lembaga Pers Mahasiswa yang informatif, edukatif, komunikatif, dan transformatif.

Sebagai media penyaluran aspirasi civitas akademika dan masyarakat

Mewujudkan Lembaga Pers Mahasiswa yang obyektif serta berbasis kerakyatan.