Selamat: Umbu Domu Mahani, Terpilih Sebagai ketua HMPS Ilmu Sosiatri Periode 2018/2019

 

Ketua (kiri) dan Wakil Ketua (kanan) Terpilih Periode 2018/2019

Himpunan Mahasiswa Program Studi merupakan perubahan dari
Himpunan Mahasiswa Jurusan sesuai dengan perubahan draf organisasi pada musyawarah tahunan HMJ IMATRI (Minggu, 27/05/2018) dengan Tema “Lahirnya pemimpin yang cerdas bertangungjawab dan berdedikasi tinggi menuju IMATRI yang bersinergi”.

Himpunan Mahasiswa Program Jurusan (HMPS)  Ilmu Sosiastri, telah melaksanakan pemilihan kepengurusan HMPS dengan ketua terpilih Umbu Domu Mahani dan Wakil Ketua Yoseph Samianto. 

Pemilihan kepengurusan HMPS berlangsung di kampus STPMD “APMD” Yogyakarta diruang M. Soetopo (Senin, 28/05/2018).

Dengan Terpilih pengurus baru HMPS Ilmu Sosiatri dapat mengemban amanah sebagai ketua dan wakil ketua HMPS Ilmu Sosiatri dengan rasa tanggungjawab dan profesional demi kemajuan HMPS Ilmu Sosiatri sesuai dengan Visi Misi pengurus terpilih.

Bank Sampah Gemah Ripah Bantul: Dari SAMPAH Menjadi RUPIAH

Diawali dari fenomena alam gempa bumi pada tahun 2006. Keadaan lingkungan di Dusun Badengan, Bantul sangat memprihatinkan dengan keadaan lingkungan yang kumuh, terlihat banyak sampah di setiap sudut rumah warga. Dari situlah muncul ide dari salah seorang warga yang juga sebagai Dosen Kesehatan Lingkungan di Poltekes Kemenkes Yogyakarta yang bernama Bambang Suwerda untuk menciptakan Kesling (Kesehatan Lingkungan) untuk menghimbau masyarakat agar peduli akan kebersihan lingkungan. Namun seiring berjalannya waktu pada tahun 2008, Kesling ini diubah menjadi Bank Sampah yang kemudian juga dikenal dengan nama Bank Sampah Gemah Ripah, Bank Sampah pertama di Indonesia.

Adapun konsep yang diusung dalam Bank Sampah tersebut mengadopsi konsep ala perbankan. Jadi setiap penabung di Bank Sampah Gemah Ripah diberikan buku rekening. Buku rekening itu bisa atas nama pribadi ataupun bisa juga atas nama kelompok. Setap sampah yang ditabung di Bank Sampah Gemah Ripah memang hasilnya diberikan dalam bentuk uang. Uniknya uang tersebut tidak langsung diberikan ke nasabah, melainkan disimpan di Bank Sampah dengan tiap nasabah diberikan catatan berupa buku rekening.

Biasanya masyarakat banyak mengambil hasil tabungannya menjelang lebaran karena pada saat lebaran kebutuhan mulai meningkat. Bank Sampah Gemah Ripah telah berumur 10 tahun, awalnya Bank Sampah ini tidak mendapat dukungan dari masyarakat Badegan. Namun seiring berjalannya twaktu, mulai banyak masyarakat yang mendukung gagasan ini. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah nasabah di Bank tersebut, dulu hanya puluhan yang menabung di Bank Sampah Gemah Ripah, tetapi saat ini jumlah nasabah di Bank Sampah Gemah ripah mencapai ribuan. Baik nasabah yang berada di daerah tersebut maupun nasabah dari luar daerah tersebut. Selain menguntungkan nasabah, bank sampah dapat memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan.

Modal Sosial yang ada di Bank Sampah Gemah Ripah terdiri dari partisipasi masyarakat yang mulai aktif dan Bank Sampah Gemah Ripah yang sangat aktif dalam memfasilitasi masyarakat baik itu dari sosialisasi Bank Sampah, melakukan partisipasi Bank Sampah, melakukan pelayanan Bank Sampah hingga Monitoring dan evaluasi. Kemudian antara Bank Sampah dan masyarakat juga saling melakukan tukar kebaikan (resprocity)  dari berbagai aspek, masyarakat sendiri telah mempercayai Bank sampah Gemah Ripah ini menjadi narasumber dalam seminar yang menyangkut tentang pengelolaan sampah. Oleh karena itu Bank sampah Gemah Ripah juga turut melibatkan masyarakat untuk ikut aktif dalam mengurangi, memilah, memanfaatkan, mendaur ulang dan membuang sampah, mulai dari siswa sekolah hingga masyarakat umum diajak untuk aktif dalam mengelola sampah.

Dengan mengubah pola pikir masyarakat mengenai sampah, Bank sampah Gemah Ripah mampu menjadi patokan umum dalam mengelola sampah maupun dalam usaha kreatifitas terhadap sampah. Relasi antara masyarakat dengan Bank sampah Gemah Ripah sendiri sangat konsisten karena dengan adanya bentuk baru dalam mengelola sampah maka masyarakat pun turut ikut senang dalam mengurusi sampah, karena mereka juga merasa diuntungkan dengan sistem seperti bank ini. Bank sampah Gemah Ripah ini sendiri juga sudah menjadi bentuk awal dari program pengelolaan sampah dimana disetiap daerah di Indonesia juga sudah mulai membentuk sebuah bank sampah. Sehingga harapannya dalam pengelolaan sampah di Indonesia bisa dikelola dengan baik dan benar, tidak hanya sebatas dalam memilah-milah sampah.

Dengan dibekali undang-undang mengenai pengelolaan sampah, Bank sampah Gemah Ripah menunjukan eksistensinya dalam pengelolaan yang baik dan benar agar bisa dimanfaatkan sebagai usaha baru, karena dilihat dari manapun sampah menjadi peluang usaha yang lumayan menguntungkan mulai dari membuat kerajinan dari sampah maupun dijadikan pupuk untuk tanaman, selain itu juga bisa mengurangi polusi tanah dan bisa didaur ulang. Jadi harapannya dalam pengelolaan sampah tidak hanya sekedar dikelola namun juga dilihat melalui sisi keuntungan usaha dimana sampah itu juga masih bisa dipergunakan untuk sehari-hari, karena pada dasarnya dalam mengelola sampah itu harus dilihat dari berbagai sisi tidak hanya dilihat dari satu sudut pandang saja, sehingga dalam proses mengelolanya pun juga bisa menjadi menyenangkan dan bisa menguntungkan berbagai pihak. Dan kedepannya semoga bank-bank sampah lain juga bisa turut menghadirkan fenomena baru atau kreatifitas baru dalam mengelola sampah (Yogi, Bimo, Aulia, Berta, Tiwi, Zulinar IS16)

Kuliah Umum dalam Rangka Dies Natalis HMJ IMATRI Ke-30

Prodi Ilmu Sosiatri STPMD “APMD” Yogyakarta, Kamis (7/12) mengadakan Kuliah Umum dalam rangka Dies Natalis ke-30 dengan tema “Pengembangan Sikap Kecendekiawan dan Volunteerism Mahasiswa” oleh Br. Yohanes Kedang MTB.

Bruder Yohanes atau sering disapa Bruder Johny merupakan alumni Ilmu Sosiatri STPMD “AMPD” Yogyakarta menjelaskan Ketika kita memberikan penyuluhan kepada masyarakat hal yang harus kita miliki adalah kemampuan.

Dimana kemampuan yang kita miliki harus kita kembangkan dan kita gunakan untuk memberdayakan masyarakat. Ketika kita memberdayakan masyarakat gunakanlah hati kita untuk memberdayakan mereka. Jika kita ingin membangun suatu hubungan dengan masyarakat “Ingatlah bahwa masyarakat memiliki harkat dan martabat yang sama dengan diri kita, dan milikilah sifat volunteerism”.

Diharapakan dari Kuliah Umum ini dapat membuka cakrawala HMJ IMATRI. Kekompakan suatu oraganisasi akan terlihat ketika suatu kegiatan akan diadakan. Misalnya saja APD, ketika mengadakan APD hal pertama yang harus diingat dalam pembentukan panitia harus melibatkan setiap angkatan. Ketika kita berada di lapangan (APD) berikan apa yang kita miliki kepada masyarakat sebagai catatan jangan mencari fasilitator dari luar, bahwa dengan hal seperti ini sama halnya diri kita yang diberdayakan. Saat memberdayakan masyarakat ingatlah bahwa masyarakat memiliki kekuatan tersendiri, yang berkaitan dengan kemampuan, kearifan lokal dan sumber daya alam. (Bertha-IS16).

KUNJUNGAN FISIPOL UNIVERSITAS SABURAI BANDAR LAMPUNG KE STPMD “APMD” YOGYAKARTA

STPMD “APMD” Yogyakarta ( 20/02) menerima kunjungan dari Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Bandar Lampung. Rombongan Dosen dan Mahasiswa yang dipimpin oleh Dekan FISIPOL Universitas SABURAI, Dra. Henni Kusumastuti, M.IP,  bermaksud studi banding dan kerjasama tentang pengelolaan perguruan tinggi dan pembangunan masyarakat desa terutama dalam hal proses pembangunan, pengelolaan, penilitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutan Ketua STPMD “APMD”, Habib Muhsin, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa kunjungan kali ini merupakan awal yang baik untuk kerjasama lebih lanjut dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Setelah mendengarkan pemaparan dan tanya jawab, rombongan dari Universitas SABURAI juga melakukan kunjungan ke Unit P3M, BAAK dan Perpustakaan. Diakhir kunjungan mereka menyampikan kesannya “Saya sungguh terkesan, banyak inspirasi yang saya dapatkan” demikian diungkapkan oleh salah satu peserta kunjungan.